WARTAPOLRI COM, MADINA – PANYABUNGAN. Tangakap pak Kapolri mapia PETI di Desa sipogu, di lubuk barangan, dan di hulu sungai perbatasan Banjar malayu Aek sontang.

Sesui tim investigasi warta polri turun kelokasi peti kamis 23-04-2026 jam 10 pagi, di kec, Batang Natal, keterangan warga setempat bermarga Nasution, tidak mau menyebut nama aslinya tujuan untuk menjaga keselamatan nya dan keluraga.
Membeberkan ke tim kita media Wartapolri com, Nasional, di duga pemilik peti menggunakan alat Esevatorexcavator di titik Das Ari sungai batang natal di Desa sipogu, menurut penerangan pak Nasution pemiliknya inisial PN, sesui keterangan warga peti sudah beroperasi seperti biasa lagi , saat di konfirmasi siapa penadah emas hasil peti tidak dapat kepastian dari warga setempat, tapi dugaan masyarakat ada oknum APH membekinginya PETI di Das batang natal makanya beroperasi kembali tegasnya.
Sesui data yang kita himpun dari masyarkat sekitar lokasi peti di batang natal, termasuk titik lokasi di lubuk barangan muara soama di Das batang natal menurut pantau tim wartapolri com Nasional masih beroperasi alat berat excavator mencari butiran emas, jadi keterangan warga kalau tidak ada memayungi peti, kami tidak yakin Berani Mapia peti beroperasi lagi pesannya.
Setalah lanjut tim warta polri naik gunung ke Desa Banjar malayu, di dekat aliran sungai Aek sontang ada juga alat berat beroperasi, sesui keterangan pak Nasution itu juga milik dari warga muara Soma inisial PN. Bermarga Lubis.
Sesuai harapan masyarakat sekitar batang natal, sisi baiknya ada juga yang menggantungkan hidup ke peti, tapi kebanyakan masyarakat tidak tersentuh ekonominya selama beroperasi peti di kec, batang natal banyak yang dialami masyarakat sekitar longsor termasuk jalan poros Desa Banjar malayu, dan sering menimbulkan banjir ke wilayah pantai barat, dan tidak terpergunakan air lagi, akibat PETI di Das batang natal, air selalu keruh pungkasnya.
Reporter : tim & Okis Ray.

