WARTAPOLRI.COM, JAKARTA— Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya percepatan program cetak sawah rakyat (CSR) sebagai langkah strategis memperkuat swasembada pangan nasional. Dalam Rapat Koordinasi Pelaksana Swakelola Cetak Sawah di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Rabu (25/2/2026), Mentan Amran secara khusus meminta seluruh jajaran, termasuk TNI, untuk mengakselerasi penyelesaian kontrak cetak sawah seluas 101 ribu hektare dalam satu bulan ke depan.
![]()
“Waktunya tinggal satu bulan. Target kontrak cetak sawah 101 ribu hektare harus diselesaikan. Saya minta seluruh jajaran, termasuk TNI, bergerak cepat dan bekerja total. Ini penentu,” kata Mentan Amran.
Percepatan tersebut mencakup sejumlah provinsi prioritas, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Papua Selatan (Merauke), Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Riau, dan Kalimantan Utara.
Mentan Amran menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam program cetak sawah merupakan bagian dari kolaborasi strategis lintas sektor dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global. Menurutnya, kondisi iklim dunia yang semakin tidak menentu, termasuk potensi El Nino, menjadi alasan utama percepatan perlu dilakukan.
Mentan Amran juga menyampaikan apresiasi atas capaian swasembada yang berhasil dipercepat dari target empat tahun menjadi satu tahun melalui kolaborasi pemerintah pusat, daerah, TNI, Polri, serta dukungan petani dan penyuluh pertanian lapangan (PPL).
Di akhir arahannya, Mentan Amran menyampaikan salam dan apresiasi Presiden kepada seluruh jajaran TNI hingga tingkat bawah yang terlibat dalam program percepatan swasembada pangan. Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat, Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan swasembada, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai negara yang berkontribusi pada ketahanan pangan dunia.
( RED )

