WARTAPOLRI.COM, JAKARTA, -Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta seluruh pemerintah daerah (Pemda) untuk siaga penuh menghadapi periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
Tito menegaskan pentingnya koordinasi antar instansi dan kesiapan sumber daya agar masyarakat dapat merayakan Nataru dengan aman dan nyaman.
Pemda diminta memperkuat pengawasan terhadap penyedia jasa transportasi agar tidak menaikkan harga tiket melebihi ketentuan, serta memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan selama Nataru.
Mendagri juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, dengan memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal.
Kepala daerah diminta tetap berada di wilayah masing-masing selama periode rawan, kecuali untuk penugasan Presiden atau kebutuhan medis mendesak, demi memastikan respons cepat jika terjadi kondisi darurat.
Tito Karnavian menjamin bahwa semua sektor transportasi harus dijamin aman dan lancar, serta meminta pemangku kepentingan untuk terus memantau kondisi secara real-time.
Upaya ini diharapkan dapat menekan risiko bencana dan memastikan kegiatan masyarakat selama Nataru berjalan lancar, aman, dan nyaman.
Mendagri Tito Karnavian juga mengingatkan agar Pemda memastikan kesiapan tenaga medis dan logistik kesehatan di wilayah masing-masing. Kesiapan ini penting untuk menangani kemungkinan kejadian darurat kesehatan yang bisa terjadi akibat kerumunan atau bencana alam selama periode Nataru.
Pemerintah pusat akan terus memantau pelaksanaan kesiapsiagaan di daerah melalui sistem pelaporan dan koordinasi nasional.
Mendagri meminta semua laporan situasi dan perkembangan di lapangan harus disampaikan secara cepat dan akurat agar tindakan penanganan bisa segera diambil bila diperlukan.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti petunjuk dari pemerintah serta media resmi terkait perkembangan cuaca dan kondisi di wilayah masing-masing. Dengan kesiapan bersama, diharapkan Nataru tahun ini dapat berlangsung aman dan minim risiko bencana.(Fahri)

