UNI AFRIKA DUkUNG PALESTINA HABIS-HABISAN: “SOLUSI DUA NEGARA SATU-SATUNYA JALAN, ISRAEL HARUS DIHENTIKAN!”

WARTAPOLRI.COM | ADDIS ABABA – Ketua Komisi Uni Afrika, Mahmoud Ali Youssef, kembali mengguncang dunia dengan dukungan penuh untuk perjuangan Palestina! Dalam pertemuan bersejarah di ibu kota Ethiopia hari ini (18/12/2025), ia tegas menegaskan komitmen Uni Afrika pada solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan realistis menuju perdamaian abadi, sekaligus mengutuk keras serangan Israel yang tak henti-hentinya.

Pertemuan krusial ini berlangsung saat Youssef menyambut Menteri Luar Negeri Palestina Farsin Aghabekian di markas besar Uni Afrika, Addis Ababa—kunjungan perdananya sejak menjabat. “Kesepakatan gencatan senjata di Gaza adalah langkah vital untuk menghentikan kehancuran dan meringankan penderitaan warga sipil,” tegas Youssef dengan penuh keyakinan.

Menteri Aghabekian pun tak ragu memuji: “Uni Afrika adalah pahlawan sejati dalam upaya hukum internasional menuntut Israel. Mereka selalu berdiri teguh di sisi kami di segala forum dunia!” Youssef merespons dengan janji bulat: Palestina berhak mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Duta Besar Palestina untuk Uni Afrika dan Ethiopia, Fares Al-Qub, membocorkan eksklusif ke Al Jazeera: “Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan rutin—ini koordinasi diplomasi super untuk menghentikan agresi brutal di Gaza dan Tepi Barat!”

Pertemuan ini menjadi senjata ampuh dalam perang diplomatik Palestina. Di tengah tekanan global yang kian membara, Uni Afrika berseru keras: Saatnya dunia akhiri perang dan selamatkan akar konflik!

Reaksi internasional langsung membanjiri. PBB menyambutnya sebagai “momentum positif” untuk dialog damai, sementara Liga Arab janji dukungan total. Negara-negara Afrika seperti Afrika Selatan dan Aljazair siap tempur bersama dalam kampanye hukum di Mahkamah Internasional.

Strategi Uni Afrika ini cerdas: Dengan 55 negara anggota, suara mereka bisa mengguncang dinamika PBB. Analis politik menyebutnya “game changer” untuk isolasi diplomatik Israel, mirip boikot sukses era apartheid dulu.

Ke depan, kedua pihak rencanakan aksi bareng di sidang Uni Afrika berikutnya. “Kami takkan berhenti sampai Palestina merdeka!” janji Youssef. Pertemuan Addis Ababa ini bukti nyata: Solidaritas Afrika menjadi sinar harapan terang bagi Palestina di tengah badai konflik.

(Fahri/Wartapolri.com | Sumber: Al Jazeera)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *