WARTAPOLRI COM MADINA- PANYABUNGAN. STAIN Madina, Jumat, 14 Agustus 2026 — Semarak demokrasi mahasiswa mewarnai proses pemilihan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal (STAIN Madina) periode 2026–2027. Dalam kontestasi tersebut, Adam Ali, calon nomor urut 02, resmi terpilih sebagai Ketua DEMA STAIN Madina setelah memperoleh dukungan mayoritas suara mahasiswa.
Adam Ali berhasil meraih 48 suara, mengungguli calon nomor urut 01, Ahmad Ashari, yang memperoleh 9 suara. Hasil tersebut mengantarkan Adam Ali sebagai Ketua DEMA sekaligus Presiden Mahasiswa (Presma) terpilih STAIN Madina periode 2026–2027.
Pemilihan berlangsung dengan keterwakilan mahasiswa dari berbagai program studi. Sebanyak 20 program studi di lingkungan STAIN Madina turut mengirimkan perwakilan melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), dengan masing-masing tiga orang perwakilan.
Sejak awal proses pemilihan, suasana forum berlangsung penuh antusiasme. Penyampaian visi dan misi dari kedua kandidat menjadi bagian penting dalam menentukan arah pilihan mahasiswa.
Namun, suasana semakin semarak ketika Adam Ali menyampaikan gagasan kepemimpinannya. Tepuk tangan dan sorakan semangat mahasiswa menggema di ruang pemilihan ketika visi dan misi tersebut disampaikan.
Puncak antusiasme terjadi saat Adam Ali menutup penyampaian visi dan misinya dengan seruan “Hidup Mahasiswa!”. Seruan tersebut langsung dijawab secara serentak oleh peserta forum. Suasana seketika bergemuruh, mencerminkan energi dan semangat mahasiswa dalam menentukan pemimpin mereka untuk satu periode ke depan.
Dari HMPS KPI Menuju Nahkoda DEMA STAIN Madina
Terpilihnya Adam Ali tidak lahir dari ruang kosong. Sosok yang kini dipercaya menjadi Ketua DEMA STAIN Madina tersebut telah memiliki pengalaman dalam dunia organisasi dan kepemimpinan mahasiswa.
Adam Ali saat ini merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (HMPS KPI) STAIN Madina. Di bawah kepemimpinannya, HMPS KPI aktif mendorong berbagai kegiatan pengembangan mahasiswa, kreativitas, intelektualitas, serta ruang kolaborasi di lingkungan kampus.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejak kepemimpinan Adam Ali sebelum kemudian mendapatkan mandat yang lebih besar untuk memimpin organisasi mahasiswa di tingkat institut.
Kini, setelah terpilih sebagai Ketua DEMA STAIN Madina, perjalanan kepemimpinannya memasuki babak baru.
Dari menahkodai HMPS KPI STAIN Madina, Adam Ali kini melangkah untuk menahkodai Dewan Eksekutif Mahasiswa STAIN Madina.
Perjalanan tersebut menjadi simbol bahwa pengalaman memimpin organisasi di tingkat program studi dapat menjadi bekal untuk membawa semangat yang lebih luas di tingkat institut.
Bagi keluarga besar HMPS KPI STAIN Madina, terpilihnya Adam Ali juga menjadi momentum yang membanggakan. Sosok yang selama ini memimpin HMPS KPI kini mendapatkan kepercayaan mahasiswa untuk membawa suara dan semangat mahasiswa dalam ruang kepemimpinan DEMA STAIN Madina.
Mandat Besar untuk Kepemimpinan Baru
Kemenangan Adam Ali dengan perolehan 48 suara berbanding 9 suara bukan sekadar angka dalam hasil pemilihan. Di balik angka tersebut terdapat mandat, kepercayaan, sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijawab melalui kerja nyata.
Sebagai Ketua DEMA terpilih, Adam Ali dituntut mampu merangkul seluruh elemen mahasiswa tanpa membedakan latar belakang organisasi maupun pilihan politik dalam kontestasi.
DEMA STAIN Madina di bawah kepemimpinannya diharapkan mampu menjadi rumah bersama bagi mahasiswa; tempat aspirasi disampaikan, gagasan diperjuangkan, potensi dikembangkan, serta kepentingan mahasiswa dikawal secara kritis, terbuka, dan solutif.
Tantangan kepemimpinan ke depan tentu tidak ringan. Namun, pengalaman organisasi yang telah dilalui menjadi modal awal untuk membawa DEMA STAIN Madina menuju kepemimpinan yang lebih progresif, kolaboratif, berintegritas, dan berdampak.
Pemilihan telah selesai. Kontestasi telah berakhir. Kini waktunya seluruh mahasiswa kembali bersatu dalam satu barisan untuk mengawal kepemimpinan baru.
Adam Ali datang bukan hanya membawa kemenangan, tetapi membawa amanah.
Dari HMPS KPI menuju DEMA STAIN Madina.
Dari pengalaman menuju pengabdian.
Dari kemenangan menuju kerja nyata.
Hidup Mahasiswa!
Hidup Demokrasi Kampus!
Reporter : tim media independen bersatu

