WARTAPOLRI.COM,JAKARTA– Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Berdasarkan neraca pangan hingga April 2026, Indonesia telah mencapai swasembada pada 9 komoditas strategis dengan posisi surplus produksi yang kuat sebagai penyangga stabilitas pasokan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional menegaskan kondisi stok yang melimpah menjadi dasar pemerintah memastikan harga pangan tetap terkendali. Karena itu, seluruh pelaku usaha diminta tidak menjual komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang swasembada pangan kita sudah sembilan, yang belum ada tiga. Nah, yang tiga ini pun belum swasembada, stoknya banyak. Jadi tidak boleh ada main-main,” tegas Mentan Amran saat meresmikan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional, Jumat (13/2).
Dalam GPM hari ini yang turut pula dihadiri Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan Kasan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri Komjen Pol Tomsi Thohir, Sekjen Kementerian Perdagangan Isy Karim hingga Kepala Satuan Tugas Pangan Polri Brigjen Pol Ade Safri, menjadi penanda upaya memasifkan GPM.
Total GPM yang dikoordinir Kementan dan Bapanas selama Februari per hari ini mencapai 1.218 titik yang tersebar pada 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi. Adapun GPM serentak secara nasional yang dilaksanakan pada hari ini mencapai 447 titik yang setidaknya diadakan di 119 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Total komoditas pangan yang dilepas ke masyarakat dengan harga di bawah pasaran mencapai 16,2 ribu kilogram (kg) yang terdiri dari beras 9,2 ribu kg, cabai rawit merah 460 kg, cabai merah keriting 510 kg, gula 1,2 ribu kg, bawang merah 480 kg, bawah putih 790 kg, daging sapi 1,15 ribu kg, daging ayam 965 kg, telur ayam ras 706 kg, daging kerbau 440 kg, terigu 380 kg, dan minyak goreng 5,6 ribu liter.
( RED )


