WARTAPOLRI.COM, JAKARTA – Media Otoritas pada Jum’at 19/12/2025, adakan acara Dialog Interaktif Nasional dan Kegiatan Sosial. Dialog Interaktif Nasional dan Kegiatan Sosial, diadakan di Tjikko Koffee, Jalan Ciasem Cikini Jakarta Pusat.
Acara Dialog ini di gagas oleh Media Otoritas yang didukung oleh :
CWIG, IPJI, INA News, APIKI, PHI, CBA, LKPPI, kegiatan dialog ini, mengangkat Tema : Satu Tahun Pemerintahan Prabowo dan Masa depan demokrasi Jurnalis.
Acara tersebut dihadiri rekan-rekan Wartawan dan tamu undangan serta Nara sumber yang berlatar belakang Jurnalis.
diantaranya :
Bambang Harimurti (Wartawan Senior), Helmi Romdhoni (Wartawan Investigasi), Ucok Sky Khadafi (Direktur Executive CBA), Anto Suroto SH. SE. MM.(Ketum APIKI).
Dalam acara dialog interaktif dipandu oleh Moderator Herlina Butarbutar.
Acara di awali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Dilanjut dengan sambutan Ketua Umum IPJI (Ikatan Penulis Jurnalis Indonesia), Dr. Ir. Kun Wardana Abyoto, sekaligus membuka dialog Interaktif Nasional. Dalam sambutannya Ketum IPJI, berharap kepada Insan Pers tetap menjaga kode etik jurnalistik serta jiwa Independen sebagai kontrol sosial yang tidak mudah dipengaruhi.
Berikutnya Ketua panitia Heri Sulaeman dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, semoga acara ini dapat menjadi ruang refleksi konsolidasi bagi Insan Pers khususnya serta masyarakat sipil pada umumnya.
Sesi dialog interaktif dan pemaparan oleh Narasumber :
1.Bambang Harimurti (Wartawan Senior) menjelaskan bahwa Jurnalis adalah profesi terbuka tidak terbatas pada pendidikan terpenting setiap penyajian suatu berita harus sesuai kode etik jurnalistik dan bisa dipertanggungjawabkan, jelasnya.
2.Helmi Romdhoni, sebagai investigator dalam pemaparannya menjelaskan teknik investigasi, bahwa didalam melengkapi suatu isi berita diperlukan investigasi tetapi sebagai wartawan kita harus menanggalkan identitas, agar investigasi nya hasilnya maksimal,sesuai fakta jelasnya.
3.Ucok Sky Kadhafi, menyoroti pentingnya peran Media mengawal transparansi anggaran dan kebijakan publik agar kekuasaan tetap berada dalam kontrol masyarakat.
4.Anto Suroto Ketua Umum APIKI, menuturkan pentingnya pimpinan Organisasi yang berintegritas.
Pimpinan Organisasi dan anggotanya harus memahami hak dan tanggung jawab masing-masing. Kebebasan harus berjalan seiring dengan etika dan tanggung jawab moral, tegasnya.
Menurut data dari Freedom House Perusahaan Media saat ini berjumlah 48.000, sedangkan yang terverifikasi 1800 Perusahaan Media dan Media Digital 1100 terverifikasi, Dewan Pers, sedangkan yang 45.000 berada diluar sistem Verifikasi Dewan Pers, jelas Bambang.
Terakhir dari kesimpulan semua pemaparan Narasumber menekankan kepada Pemerintahan kedepankan Demokrasi dan Kebebasan jurnalistik, sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Pers No. 40/1999. semua Jurnalis dan Wartawan sebagai kontrol sosial harus tetap berkarya pada rel kode etik jurnalistik, kreatif dan bertanggung jawab atas karya jurnalistik nya. (Har)

