BPJS Ketenagakerjaan dan FTIA Sukses Sosialisasikan Program kepada Petani dan Buruh Tani di Kampung Sawah Tarumajaya Bekasi

WARTAPOLRI.COM, KAB BEKASI – BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Federasi transfortasi industri dan Angkutan (FTIA) Kabupaten dan Kota Bekasi menggelar sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan di Kampung Sawah Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Kegiatan yang berlangsung dengan meriah tersebut dihadiri oleh 35 petani dan buruh tani setempat.

Dalam acara tersebut, Aris perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun dan Fahri SE dari FTIA Kabupaten dan Kota Bekasi menjadi pembicara utama yang memberikan penjelasan lengkap mengenai manfaat dan prosedur pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja sektor informal seperti petani dan buruh tani.

“Dengan adanya perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, petani dan buruh tani dapat bekerja dengan lebih tenang karena ada jaminan kecelakaan kerja, kematian, dan perlindungan sosial lainnya,” ujar Aris. Para peserta antusias bertanya dan berdiskusi selama sesi tanya jawab berlangsung.

Acara ditutup dengan banyaknya peserta yang langsung mendaftar dan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, sebagai bentuk respons positif terhadap sosialisasi ini. Kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan FTIA diharapkan dapat terus memperluas jangkauan perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal di Bekasi, khususnya di wilayah Kampung Sawah Tarumajaya.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Bekasi yang selama ini aktif memberikan perlindungan bagi para petani dan pekerja informal demi meningkatkan kesejahteraan mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan terlindungi.

Sosialisasi yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan bersama FTIA ini memiliki dampak nyata bagi perlindungan sosial para petani dan buruh tani di Kabupaten Bekasi. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah memberikan perlindungan jaminan sosial bagi lebih dari 26.000 petani melalui pembiayaan iuran yang ditanggung oleh APBD setempat. Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk melindungi pekerja di sektor informal yang rentan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian .

Selain perlindungan finansial, keberadaan program BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian. Dengan kepastian perlindungan, petani dapat lebih fokus bekerja tanpa kekhawatiran terhadap risiko yang mungkin timbul. Program ini juga membuka peluang bagi petani untuk mengakses pelatihan, teknologi pertanian, dan modal yang dapat meningkatkan kapasitas serta hasil produksi mereka .

Kegiatan sosialisasi ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperluas inklusi sosial dan memperkuat perlindungan bagi para pekerja rentan di berbagai daerah. Program BPJS Ketenagakerjaan telah melindungi lebih dari 900 ribu petani di seluruh Indonesia, dan pemerintah daerah didorong untuk mencontoh Kabupaten Bekasi dalam memberikan perhatian serta perlindungan yang berkelanjutan bagi pekerja informal demi meningkatkan kesejahteraan mereka.(Fahri)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *