Kementan Siapkan Kebun Cimanggu, Biograss Agrinak Berpotensi Jadi Sumber Benih Pakan Berkualitas

WARTAPOLRI.COM,BOGOR– Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat ketersediaan hijauan pakan berkualitas dengan mendorong pengembangan sumber benih tanaman pakan. Langkah ini penting untuk memastikan peternak memperoleh pakan yang cukup, bermutu, dan berkelanjutan sehingga produktivitas ternak dapat terus ditingkatkan.

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui penilaian calon Kebun Sumber Benih (KSB) Rumput Gajah varietas Biograss Agrinak di Kebun Cimanggu, Balai Besar Pengujian dan Penerapan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen), Bogor, pada 6–7 Agustus 2026.

Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, mengatakan apabila Kebun Cimanggu nantinya ditetapkan sebagai KSB resmi, pengembangan Biograss Agrinak harus dilakukan secara konsisten dengan menjaga kualitas benih sesuai standar.

“Ke depan, kita berharap mutu benih Biograss Agrinak tidak hanya memenuhi standar nasional, tetapi juga dapat diarahkan untuk memenuhi standar internasional sehingga memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai komoditas ekspor,” ujar Tri Melasari, Kamis (13/8/2026).

Hasil penilaian menunjukkan Kebun Cimanggu memiliki sejumlah kondisi yang mendukung untuk dikembangkan sebagai sumber benih. Kebun tersebut memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi dengan estimasi produksi mencapai 1.680.605 stek per hektare setiap panen.

Potensi tersebut penting karena sumber benih yang berkualitas menjadi titik awal untuk memperluas ketersediaan hijauan pakan bagi peternak. Semakin kuat sistem perbenihan, semakin besar peluang peternak mendapatkan bahan tanam yang produktif dan berkualitas.

Prof. Luki Abdullah mengatakan ketersediaan pakan yang cukup dan berkualitas merupakan salah satu fondasi utama keberhasilan usaha peternakan.

“Keberhasilan pembangunan peternakan sangat bergantung pada ketersediaan pakan yang cukup, berkualitas, dan berkesinambungan. Karena itu, penguatan sistem perbenihan hijauan pakan menjadi bagian penting yang harus terus kita dorong,” ungkap Prof. Luki Abdullah.

Penguatan sumber benih juga membuka peluang untuk memperluas pemanfaatan Biograss Agrinak di berbagai wilayah. Jika dikelola dengan baik dan memenuhi standar, ketersediaan benih dapat membantu memperkuat akses peternak terhadap hijauan pakan yang produktif dan berkualitas.

Dalam jangka panjang, peningkatan mutu dan produktivitas benih juga dapat diarahkan untuk meningkatkan daya saing tanaman pakan Indonesia, termasuk membuka peluang pengembangan ke pasar internasional.

Kementan terus mendorong sinergi antara pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah dalam membangun sistem perbenihan hijauan pakan yang kuat. Fokusnya bukan hanya memastikan jumlah benih tersedia, tetapi juga menjaga mutu, kemurnian varietas, produktivitas, dan keberlanjutannya.

Dengan sumber benih yang kuat, Indonesia memiliki fondasi yang lebih baik untuk membangun kemandirian pakan. Pakan yang cukup dan berkualitas akan memperkuat produktivitas ternak, membantu mengendalikan biaya produksi, dan pada akhirnya meningkatkan daya saing serta keberlanjutan usaha peternak.

( RED )

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *