WARTAPOLRI.COM, MALANG – Presiden Prabowo Subianto membakar semangat ribuan warga Nahdlatul Ulama di acara Mujahadah Kubro, Jawa Timur, dengan janji BOMBsitik: pemerintah takkan mundur setapak pun dalam perang habis-habisan melawan korupsi. “Kebocoran kekayaan negara akibat mafia korupsi sudah saatnya diberantas total!” tegas Prabowo, disambut sorak meriah massa.(8/2/26)
![]()
Dalam pidato yang bikin merinding, sang Jenderal menyoroti praktik ilegal yang menyedot triliunan rupiah dari rakyat. Ia peringatkan para koruptor: “Tak pandang bulu, siapapun bakal ditindak!” Langkah konkret? Penguatan KPK, digitalisasi pemerintahan transparan, plus hukuman berat di sektor vital seperti kesehatan dan pendidikan.
Belum lama ini, Kejaksaan Agung gebuk kasus megakorupsi Pertamina Rp193,7 triliun – bukti komitmen sejak hari pertama. Prabowo juga perintahkan audit ketat konsesi bermasalah. “Rekam kalau lihat korupsi, kirim langsung ke saya!” tantangnya ke masyarakat.
Reaksi netizen meledak: “Ini presiden warrior sejati!” tulis salah satu warganet. Dengan momentum ini, Indonesia cerah menanti era bebas korupsi.
Prabowo tak segan sindir elite politik yang selama ini ‘hangat-hangat kuku’ soal korupsi. “Era main mata sudah berakhir! Semua harus ikut bergerak atau tersingkir,” ujarnya lantang, memicu gelombang aplaus panjang dari hadirin. Langkah ini diharapkan jadi alarm bagi pejabat yang masih main dua kaki.
Rakyat biasa pun merasa optimis. “Akhirnya ada pemimpin yang berani hajar koruptor tanpa pandang bulu,” kata seorang pedagang asal Malang. Survei terbaru menunjukkan 78% masyarakat mendukung kebijakan anti-korupsi Prabowo, menandakan dukungan masif untuk revolusi bersih ini.
Menuju 2027, Prabowo targetkan indeks persepsi korupsi Indonesia naik drastis. Dengan e-audit nasional dan whistleblower protection, mimpi Indonesia Emas kian dekat. “Ini perjuangan kita bersama – korupsi mati, bangsa bangkit!” tutup Prabowo, meninggalkan pesan abadi bagi generasi mendatang. (Fahri)

