WARTAPOLRI.COM, Mandailing Natal — Bencana longsor besar yang terjadi Kamis malam (4/12) sekitar pukul 23.00 WIB memutus total akses jalan menuju Desa Banjar Melayu, Kecamatan Batangnatal, Madina. Longsor sepanjang sekitar 200 meter ini membuat 1.535 warga dari 346 kepala keluarga terisolasi, menyebabkan situasi darurat di wilayah tersebut.(5-12/25)
![]()
Bupati Mandailing Natal, H. Saipullah Nasution, bersama Kapolres Madina AKBP Arie Sofandi Paloh langsung turun ke lokasi pada Jumat pagi untuk meninjau dampak longsor dan mengoordinasikan langkah cepat penanganan.
“Kondisinya sangat darurat, akses dari kampung Teleng menuju Banjar Melayu terputus total,” jelas Saipullah. “Kami tengah berupaya membuka jalur alternatif supaya distribusi sembako dan kebutuhan dasar masyarakat bisa segera masuk.”
Pemilik lahan di sekitar lokasi sudah memberikan izin agar tanah mereka digunakan sebagai jalan sementara. Pemkab Madina bersama Dinas Pekerjaan Umum segera membuka akses baru agar warga tidak semakin terisolasi.
Dalam kesempatan itu, Saipullah juga memastikan stok sembako mencukupi dan bantuan akan mulai dikirim hari ini. Dia mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi potensi curah hujan tinggi sepanjang Desember.
“Hindari bepergian sendirian dan lakukan perjalanan berkelompok supaya dapat saling membantu,” pesan Bupati.
Kapolres Madina, AKBP Arie Paloh, menambahkan bahwa jalur utama tidak bisa dilalui sementara waktu, namun langkah cepat membuka jalur baru sudah diprogram agar warga Banjar Melayu dapat beraktivitas kembali.
“Kami sudah melakukan pengecekan lokasi, dan Pemkab Madina akan segera melakukan perbaikan serta pembukaan jalan baru,” ujar Arie.
Dengan kolaborasi cepat antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian, diharapkan isolasi warga segera teratasi dan kebutuhan pokok kembali terpenuhi.. (okis dan tim)

