WARTAPOLRI COM Mandailing Natal – Panyabungan. Masyarakat Banjar malayu mengeluhkesahkan jalan poros Banjar malayu yang di buka pemda jalur baru +- 3 km namun hari ini tidak bisa lagi di lewatti warga, di akibatkan longsor lagi di atas perbukitan.
Sesuai tim investigasi wartapolri hari kamis 09-07-2026 Kel muara Soma, kec, Batang Natal, Kab, Madina, Sumatra Utara, jalan poros Banjar malayu yang di buka pemda tidak bisa lagi di mampaatkan masyarakat sekitar Banjar malayu.
sesui hasil tim investigasi media wartapolri com nasional, karena jalan baru di bukak delapan bulan lalu tidak di bikin kalinya sehingga menimbulkan tapak jalan berlobang – lobang dan longsor di hantam derasnya bila hujan turun.

Saat di wawancarai warga masyarakat Banjar malayu bermarga batu bara, marga Rangkuti, & hasibuan kesepakatan masyarakat di bukak jalan poros lama yang Longgsor 8 bulan lalu , di kumpulkan biaya perrumah tangga dengan kesepakatan suadaya masyarakat sudah dua tahap masyarakat mengumpulkan dana untuk kepentingan pembukakan jalan poros yang lama yang longsor 8 bulan lalu.
di sebabkan jalan yang baru di bukak Pemda tidak bisa lagi di lewatti masyarakat karena longsor di atas perbukitan ujarnya.
Sesuai harapan masyarakat Banjar malayu sekitar yang sehari- hari melewati jalan poros Desa Banjar malayu berpesan ke pak bupati Madina dan ketua DPRD agar segara perjuangkan pengerasan jalan poros banjar malayu yang di bukak suadaya masyarakat.
menurut masyarakat Banjar malayu lebih baik di bangun jalan yang di bukak suadaya masyarakat Banjar malayu itu lebih menghemat biaya, di bandingkankan lebih panjang jalan di bukak pemda +- 3km, dari pada jalan di buka suadaya masyarakat +- 300 m , banyak makan biaya susah di akses masyarakat sekitar Banjar malayu bila jalan yang baru di bukak Pemda di lanjutkan tegasya,
Masyarakat Banjar malayu sangat menghawatirkan bila di musim hujan, ada masyarakat Banjar malayu korban, disebabkan jalanya tanah yang licin susah di lalui kenderan pungkasnya
Reporter : (Okis Ray)

