WARTAPOLRI COM, MADINA- PANYABUNGAN. Dari 126 yang Mendaftar 95 orang yang Berhasil Di Baiat Dengan Rasa Penuh Hikmat Dan Keharuan Yang Mendalam
Kegiatan Pendidikan Dasar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II Secara resmi ditutup dengan penuh haru Serta khidmat Suasana Hati yang Mendalam Bagi Semua yang Berhadir di Acara Penutupan Tersebut.
Penutupan dan Pembaiatan 95 orang Tersebut Sebagian ada juga Peserta dari luar Daerah Kabupaten Mandailing Natal yaitu : Tapsel , Paluta , Dan Labura Yang Berlangsung di lapangan terbuka Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Pada tanggal 9 Februari 2026.di Tengah Malam
Acara penutupan diakhiri dengan materi pembaiatan ke pada 95 kader Dasar yang merupakan Salah Satu Simbol komitmen dan kesetiaan Para Kader Nahdlatul Ulama dalam Menjaga dan mengembangkan Paham Ahlussunnah Waljamaah. Prosesi Materi pembaiatan ini Juga Hadiri oleh para peserta didik, Panitia pengurus, dan tokoh tokoh Nahdlatul Ulama lainya.
Penutupan PD-PKPNU Angkatan II ini penuh dengan nuansa jiwa Kesatria ,persaudaraan yang sangat mendalam. Peserta saling memeluk dan Saling Berpelukan, menggambarkan satu jiwa Kebersama untuk perjuangan besar Ahli Sunnah Waljamaah ke depan. Suasana haru dan Penuh khidmat memenuhi lapangan terbuka Pesantren Musthafawiyah. Di malam yang Hening dan Sepi itu.
Melalui pendidikan Dasar ini Bagi Semua kader Penggerak Nahdlatul Ulama diharapkan dapat memahami Tanggung jawab mereka ,Di dalam Menjaga dan mengembangkan Paham Ahlussunnah Waljamaah.
Mereka Juga diharapkan menjadi Seorang kader yang tangguh ,Solid Dan berdedikasi Tinggi dalam Memperjuangkan nilai-nilai Islami Ahlussunnah Wal Jama ah.
Materi Pembaiatan kader ini juga Senantiasa merupakan simbol Komitmen dan kesetiaan kader Nahdlatul Ulama dalam menjaga Mengembangkan paham paham Ahlussannah Waljamaah.
Dengan demikian, kader Dasar Penggerak Nahdlatul Ulama Diharapkan Sangat dapat menjadi Motor Penggerak Garda Terdepan Membuat perubahan yang Bernuasa Positif di Kehidupan dalam Bermasyarakat Serta Memperjuangkan nilai-nilai Islam Yang rahmatan lil ‘alamin.
Disisi lain Acara pembaiatan kader Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Musthafawiyah berlangsung dengan Khidmat dan penuh haru. Instruktur PBNU Pusat memberikan bimbingan Serta arahanya kepada para peserta Kader Dasar Di suasana yang sangat gelap Gulita, hanya diterangi oleh cahaya Bintang Bintang Kecil di langit malam itu
Para peserta terlihat Sangat haru Dan Khidmat saat mendengarkan Suara instruktur Materi berbicara Tentang Nilai-Nilai Serta makna Pesan Pesan dari para Kiyai dan Syeh syeh Pendiri Paham Ahli Sunnah Waljamaah.
Instruktur Berbicara dengan kata-kata Sendu Yang terbata bata Halus, Isak Tangis Haru, dan Mengakui bahwa dirinya Sebenarnya Tidak layak memberikan Bimbingan Dan arahan di wilayah kelahiranya Salah satu tokoh Besar Legendaris Indonesia pendiri Nahdlatul Ulama Yaitu Kiyai H Syeh Mustafa Husein Nasution
Instruktur Juga mengatakan bahwa Dirinya hanya seperti sebutir debu Halus Di atas dunia, dan merasa Tidak Ada Apa-apanya dibandingkan Dengan Guru-guru dan syeh syeh Besar di Mandailing Natal.
Para Peserta Terlihat tertunduk Serta Bercampur Terharu, berdiri Tegap di Barisan yg sudah di Atur Panitia dengan rapi di Nuansa Malam Gelap gulita bersama panitia Pelaksana.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Mandailing Natal, H. Mustafa Bakri, Nasution Dalam sambutannya di Hari Penutupan kegiatan Tersebut, Mengucapkan terima kasih kepada Instruktur PWNU Sumut dan PBNU Pusat atas ilmu Dan materi yang Telah diberikan Kepada para Peserta. Beliau Berharap bahwa ilmu yang telah Diperoleh dapat Dijalankan dan Dikembangkan Rekan rekan Kader di Bumi Gordang Sembilan ini.
H. Mustafa Bakri Nasution juga Mengucapkan Selamat jalan kepada Para peserta Yang akan kembali ke Rumah Masing-masing, berjumpa Dengan Semua Keluarga yang Ditinggalkan selama Beberapa hari ini. Beliau berharap Agar para Peserta sehat Sehat Selalu dan dapat Mengemban Serta Mengembangkan Ilmu ilmu yang Telah diperoleh Dari Pemateri untuk Kemaslahatan umat dan bangsa, Serta Negara.
Nuansa Penutupan Pendidikan Dasar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II dari 126 yang Mendaftar 95 orang yang Berhasil Di Bai at Dengan Rasa Penuh Hikmat Dan Keharuan Yang Mendalam
Kegiatan Pendidikan Dasar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan II Secara resmi ditutup dengan penuh haru Serta khidmat Suasana Hati yang Mendalam Bagi Semua yang Berhadir di Acara Penutupan Tersebut.
Penutupan dan Pembaitan 95 orang Tersebut Sebagian ada juga Peserta dari luar Daerah Kabupaten Mandailing Natal yaitu : Tapsel , Paluta , Dan Labura Yang Berlangsung di lapangan terbuka Pesantren Musthafawiyah Purba Baru Pada tanggal 9 Februari 2026.di Tengah Malam
Acara penutupan diakhiri dengan materi pembaiatan ke pada 95 kader Dasar yang merupakan Salah Satu Simbol komitmen dan kesetiaan Para Kader Nahdlatul Ulama dalam Menjaga dan mengembangkan Paham Ahlussunnah Waljamaah. Prosesi Materi pembaiatan ini Juga Hadiri oleh para peserta didik, Panitia pengurus, dan tokoh tokoh Nahdlatul Ulama lainya.
Penutupan PD-PKPNU Angkatan II ini penuh dengan nuansa jiwa Kesatria ,persaudaraan yang sangat mendalam. Peserta saling memeluk dan Saling Berpelukan, menggambarkan satu jiwa Kebersama untuk perjuangan besar Ahlussunnah Waljamaah ke depan. Suasana haru dan Penuh khidmat memenuhi lapangan terbuka Pesantren Musthafawiyah. Di malam yang Hening dan Sepi itu.
Melalui pendidikan Dasar ini Bagi Semua kader Penggerak Nahdlatul Ulama diharapkan dapat memahami Tanggung jawab mereka ,Di dalam Menjaga dan mengembangkan Paham Ahlussunnah Waljamaah.
Mereka Juga diharapkan menjadi Seorang kader yang tangguh ,Solid Dan berdedikasi Tinggi dalam Memperjuangkan nilai-nilai Islami Ahlussunna Wal Jama ah.
Materi Pembaiatan kader ini juga Senantiasa merupakan simbol Komitmen dan kesetiaan kader Nahdlatul Ulama dalam menjaga Mengembangkan paham paham Ahlussunnah Waljamaah.
Dengan demikian, kader Dasar Penggerak Nahdlatul Ulama Diharapkan Sangat dapat menjadi Motor Penggerak Garda Terdepan Membuat perubahan yang Bernuasa Positif di Kehidupan dalam Bermasyarakat Serta Memperjuangkan nilai-nilai Islam Yang rahmatan lil ‘alamin.
Disisi lain Acara pembaiatan kader Nahdlatul Ulama (NU) di Pesantren Musthafawiyah berlangsung dengan Khidmat dan penuh haru. Instruktur PBNU Pusat memberikan bimbingan Serta arahanya kepada para peserta Kader Dasar Di suasana yang sangat gelap Gulita, hanya diterangi oleh cahaya Bintang Bintang Kecil di langit malam itu
Para peserta terlihat Sangat haru Dan Khidmat saat mendengarkan Suara instruktur Materi berbicara Tentang Nilai-Nilai Serta makna Pesan Pesan dari para Kiyai dan Syeh syeh Pendiri Paham Ahli Sunnah Waljamaah.
Instruktur Berbicara dengan kata-kata Sendu Yang terbata bata Halus, Isak Tangis Haru, dan Mengakui bahwa dirinya Sebenarnya Tidak layak memberikan Bimbingan Dan arahan di wilayah kelahiranya Salah satu tokoh Besar Legendaris Indonesia pendiri Nahdlatul Ulama Yaitu Kiyai H Syeh Mustafa Husein Nasution
Instruktur Juga mengatakan bahwa Dirinya hanya seperti sebutir debu Halus Di atas dunia, dan merasa Tidak Ada Apa-apanya dibandingkan Dengan Guru-guru dan syeh syeh Besar di Mandailing Natal.
Para Peserta Terlihat tertunduk Serta Bercampur Terharu, berdiri Tegap di Barisan yg sudah di Atur Panitia dengan rapi di Nuansa Malam Gelap gulita bersama panitia Pelaksana.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Mandailing Natal, H. Mustafa Bakri, Nasution Dalam sambutannya di Hari Penutupan kegiatan Tersebut, Mengucapkan terima kasih kepada Instruktur PWNU Sumut dan PBNU Pusat atas ilmu Dan materi yang Telah diberikan Kepada para Peserta. Beliau Berharap bahwa ilmu yang telah Diperoleh dapat Dijalankan dan Dikembangkan Rekan rekan Kader di Bumi Gordang Sembilan ini.
H. Mustafa Bakri Nasution juga Mengucapkan Selamat jalan kepada Para peserta Yang akan kembali ke Rumah Masing-masing, berjumpa Dengan Semua Keluarga yang Ditinggalkan selama Beberapa hari ini. Beliau berharap Agar para Peserta sehat Sehat Selalu dan dapat Mengemban Serta Mengembangkan Ilmu ilmu yang Telah diperoleh Dari Pemateri untuk Kemaslahatan umat dan bangsa, Serta Negara.
Reporter : Okis Ray.


