Neraka Salju di Tol Jepang: 57 Mobil Tabrakan Beruntun, 2 Jiwa Raib!

WARTAPOLRI.COM, MINAKAMI, GUNMA – Malam mengerikan melanda Jalan Tol Kan-Etsu pada 26 Desember lalu. Salju lebat yang menyelimuti Prefektur Gunma berubah menjadi lautan api dan besi kusut ketika 57 kendaraan terlibat tabrakan beruntun dahsyat, menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya.(29/12/25)

Semuanya bermula pukul 19.30 waktu setempat, saat dua truk saling tabrak di ruas tol lurus tapi licin akibat es. Rantai tabrakan pun tak terbendung: mobil-mobil numpuk, lebih dari 10 unit hangus terbakar hebat selama 7,5 jam. Api menyala terang di tengah badai salju, menciptakan pemandangan seperti neraka beku yang mengerikan. Jalan tol dua arah ditutup total hingga evakuasi selesai.

Dua korban tewas: seorang wanita 77 tahun dan sopir truk yang terperangkap di kobaran api. Sebanyak 26 orang luka, termasuk lima luka berat. “Saya lihat mobil-mobil saling hantam seperti domino, lalu ledakan api di mana-mana,” cerita seorang saksi mata yang lolos tabrakan. Polisi menyalahkan salju lebat plus peringatan cuaca buruk yang diabaikan pengemudi.

Insiden ini jadi pengingat keras: cuaca ekstrem tak pandang bulu. Pemerintah Jepang perketat aturan tol musim dingin, sementara warga Gunma trauma berat. “Jangan remehkan salju,” himbau otoritas setempat.

Otoritas Jepang langsung gerak cepat pasca-insiden. Tim polisi Gunma membuka penyelidikan mendalam, fokus pada faktor manusia seperti kecepatan berlebih di tengah salju tebal.
Kemacetan parah akibat penutupan tol berlangsung hingga 28 Desember, rugikan pengusaha truk jutaan yen. Ribuan pengendara terjebak semalaman di salju, picu kekhawatiran hipotermia massal. Industri logistik Jepang kini was-was jelang libur akhir tahun.

Pahlawan malam itu: relawan pemadam kebakaran bertarung 7,5 jam lawan api ganas di badai salju. “Kami selamatkan 26 nyawa, tapi dua tak bisa kami tolong,” ujar kapten tim. Masyarakat kini doakan pemulihan korban dan keselamatan tol musim dingin mendatang. (Fahri)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *