WARTAPOLRI COM. MADINA- PANYABUNGAN. KUALA TERENGGANU, 11 Oktober 2026 — Dunia akademis dan ekonomi Islam Indonesia kembali diwarnai pencapaian membanggakan dari kancah internasional.
![]()
Ahmad Riyansyah Parinduri secara resmi dianugerahi gelar Doctor of Philosophy (PhD) di bidang Ekonomi dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, dalam upacara wisuda yang berlangsung khidmat di Kampus Utama UniSZA, Gong Badak, Kuala Terengganu.
Gelar tertinggi di bidang akademik tersebut diraih setelah Dr. Ahmad Riyansyah berhasil mempertahankan riset doktoralnya yang berfokus pada peran strategis zakat dalam melahirkan dan memberdayakan wirausahawan baru (entrepreneur).
Jejak Akademik dan Dedikasi Dunia Pendidikan
Pencapaian kepakaran Dr. Ahmad Riyansyah dibangun di atas fondasi akademik yang kokoh di tanah air.
Beliau merupakan alumni jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara. Dedikasinya di dunia pendidikan langsung dimulai tak lama setelah menyelesaikan studi magister, di mana beliau mengawali kariernya sebagai dosen.
Pengalaman panjang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa kini terus berlanjut melalui pengabdiannya sebagai akademisi di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal.
Rekam jejak dari ruang kuliah hingga panggung akademis internasional ini makin memantapkan kapasitas beliau dalam merumuskan pemikiran bernas bagi pembangunan bangsa.
Zakat Produktif: Akselerator Program Asta Cita dan Indonesia Emas 2045
Dalam keterangannya usai prosesi wisuda, Dr. Ahmad Riyansyah menekankan bahwa potensi zakat di Indonesia tidak boleh lagi hanya dipandang sebagai instrumen bantuan sosial karitatif, melainkan harus ditransformasikan menjadi instrumen ekonomi produktif yang sistematis.
“Zakat memiliki kekuatan finansial inklusif yang sangat besar. Jika dikelola secara berbasis data dan terintegrasi dengan pelatihan kewirausahaan, dana zakat sanggup mengentaskan kemiskinan sekaligus mencetak ribuan UMKM tangguh dan pengusaha baru dari kalangan mustahik,” tegas Dr. Ahmad Riyansyah.
Tema penelitian ini dinilai sangat relevan dan mendesak untuk disinergikan ke dalam Agenda Asta Cita Presiden, khususnya dalam hal:
Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan: Mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kelas bawah melalui modal usaha berbasis zakat produktif.
Pengentasan Kemiskinan Ekstrem: Memutus rantai kemiskinan secara permanen dengan mengubah status mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pembayar zakat).
Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045: Membangun fondasi ekonomi nasional yang tangguh dari akar rumput.
Dedikasi Ilmu untuk Bangsa: Siap Berkontribusi di Level Strategis Nasional
Pencapaian gelar doktoral ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Bagi Dr. Ahmad Riyansyah, ilmu setinggi apa pun tidak akan berdampak maksimal jika tidak dimanifestasikan dalam bentuk kebijakan publik yang nyata bagi kebermanfaatan orang banyak.
Keberhasilan memadukan teori ekonomi Islam modern dengan formulasi kebijakan praksis menempatkan beliau sebagai salah satu pakar dan pemikir strategis yang dibutuhkan Indonesia saat ini.
Guna mewujudkan visi besar tersebut, kesiapan untuk menyumbangkan pemikiran, kepemimpinan, dan eksekusi program di tingkat kementerian maupun kelembagaan negara menjadi langkah logis selanjutnya.
Kepakaran dalam mendesain program ekonomi berbasis kerakyatan ini diharapkan dapat dilibatkan secara langsung oleh Pemerintah dalam jajaran kabinet atau jajaran pembuat kebijakan strategis demi mengakselerasi ketercapaian target-target pembangunan nasional.
“Ilmu tertinggi yang diraih ini sepenuhnya ditujukan untuk kebermanfaatan masyarakat luas.
Kami siap mendedikasikan seluruh kepakaran, pengalaman, dan tenaga untuk mendukung Presiden dan Pemerintah Republik Indonesia dalam mengawal eksekusi Asta Cita demi mengantarkan bangsa ini mencapai puncak Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Reporter : OKIS Ray.

