WARTAPOLRI.COM, JAKARTA – Korps Brimob Polri turut hadir dalam Dialog Publik Penguatan Internal Polri Ke-3 Tahun Anggaran 2026 dengan tema _“Mengawal Aspirasi, Menangkal Disinformasi: Penguatan Literasi Informasi dalam Mewujudkan Penyampaian Pendapat di Muka Umum yang Aman dan Demokratis”_, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan berlangsung di Ballroom Kebayoran Park Mall, Jakarta Selatan, lantai 7. Plh. Kasubbag Humas Bagops Rorenminops Korbrimob Polri Kombes Pol. Mada Ramadita hadir mewakili Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat.
Dialog dipimpin Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mewakili Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir. Hadir Pejabat Utama Divhumas Mabes Polri, Direktorat Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan (KKLK) Ditjen Komunikasi Publik dan Media, akademisi, mahasiswa, serta jajaran Polda dan Polres se-Indonesia secara daring.
Hadir sebagai narasumber Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib, Direktur KKLK Ditjen KPM Marroli Jeni Indarto, dan Dosen Produksi Media Vokasi UI Margareta Manalu.
*Tekankan Literasi Informasi*
Dalam sambutan Kadiv Humas yang dibacakan Karopenmas, ditegaskan setiap personel Polri wajib membangun literasi informasi dalam pelaksanaan tugas.
“Personel tidak hanya dituntut mampu menerima dan memahami informasi, tetapi juga harus memastikan setiap informasi yang diterima, diolah, dan disampaikan kepada publik telah melalui proses verifikasi,” ujarnya, mengacu pada Pasal 5 huruf c Perkap No.6 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Kehumasan di Lingkungan Polri.
“Penguatan literasi informasi harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap personel, sehingga Polri mampu menghadirkan komunikasi yang akurat, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya,” pungkasnya.
*Dari Crowd Control ke Crowd Management*
Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Mokhamad Ngajib dalam materinya _“Strategi Preventif Polri dalam Menjaga Keamanan dan Ruang Demokrasi”_ menjelaskan pola pengamanan unjuk rasa kini bergeser.
“Polri tidak hanya mengedepankan pendekatan crowd control, tetapi juga mengembangkan pendekatan crowd management dengan mengutamakan mediasi dan negosiasi. Dalam melayani penyampaian pendapat di muka umum, Polri selalu membantu memfasilitasi dan mengawal aspirasi massa demonstrasi,” jelasnya.
Sementara Direktur KKLK Ditjen KPM Marroli Jeni Indarto membawakan materi “Membangun Ketahanan Informasi Publik: Strategi Komdigi Menghadapi Disinformasi di Era Digital” dan Margareta Manalu dengan materi “Komunikasi Persepsi dan Kepercayaan Publik”.
Dalam sesi tanya jawab, mahasiswa Universitas Nasional, Artur, mempertanyakan cara mahasiswa menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab. Margareta menekankan pentingnya analisis informasi dan menjadi problem solver.
“Jadilah problem solver. Datang dengan problem dan sekaligus memberikan solusi, dan tidak turut serta dalam aksi provokasi,” ujarnya.
Brigjen Ngajib menambahkan pentingnya empati antara mahasiswa dan petugas.
“Kalau empati tumbuh, akan timbul saling memahami dan respect yang baik,” ungkapnya.
Kehadiran Korbrimob Polri dalam dialog ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kesamaan pemahaman dalam mewujudkan pengamanan penyampaian pendapat yang profesional, humanis, proporsional, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap disinformasi yang berpotensi mengganggu kamtibmas.
( RED )


