Meutya Hafid Ajak Perempuan Bugis Makassar dan Toraja Menjaga Ruang Digital

WARTAPOLRI.COM, JAKARTA SELATAN -Persatuan Wanita Karier Perempuan Bugis, Makassar, dan Toraja (PWK-BMT) terus didorong untuk memperkuat peran dan kontribusinya dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk menghadapi tantangan transformasi Jumat(06/11/26).

Acara tersebut menghadirkan sejumlah tokoh perempuan nasional. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dan Andi Yuliani Paris tampil memberikan pandangan mengenai peran strategis perempuan dalam menghadapi perkembangan zaman.

Dalam paparannya, Meutya menegaskan bahwa perempuan memiliki kapasitas untuk membuka jalan bagi perempuan lainnya. Hal itu berlaku di berbagai bidang, termasuk politik, dunia usaha, dan ruang-ruang pengabdian masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan seorang perempuan tidak semestinya hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu membantu dan memberikan manfaat bagi perempuan lainnya serta masyarakat luas.

Meutya juga mendorong perempuan agar memanfaatkan teknologi digital secara bijak dan produktif.

Ruang digital, katanya, seharusnya menjadi sarana untuk berkarya dan mengembangkan potensi, bukan sekadar tempat menghabiskan waktu atau menyebarkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Ibu-ibu kalau menggunakan jangan untuk gibah. Pakai untuk berkarya. Jangan sampai terjerat oleh pinjaman online di ranah digital,” ujar putri mantan Sekjen KKSS, Anwar Hafid, tersebut.

Karena itu, ia mengajak kaum perempuan untuk bersama-sama menjaga ruang digital agar tetap sehat, aman, dan ramah bagi semua kalangan.

Perempuan harus mampu menjadi bagian dari masyarakat digital yang produktif sekaligus ikut menciptakan lingkungan digital yang membawa manfaat bagi kepentingan bersama.

Meutya juga mengakui besarnya peran perempuan Sulawesi Selatan dalam merawat budaya, perjuangan, serta aktivitas pendidikan. Tradisi dan nilai-nilai tersebut merupakan salah satu kekuatan yang dimiliki perempuan Sulawesi Selatan dan perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sementara itu, Andi Yuliani Paris mendorong perempuan Sulawesi Selatan untuk terus meningkatkan kiprah dan keterlibatan dalam berbagai bidang, terutama dunia usaha. Ia menyampaikan bahwa danantara menyiapkan fasilitas kredit usaha bagi perempuan sebagai salah satu peluang untuk memperkuat kemandirian ekonomi.

Perhelatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi, pertukaran gagasan, dan penguatan jejaring perempuan Bugis, Makassar, dan Toraja, khususnya mereka yang berkiprah di dunia profesional, pemerintahan, dunia usaha, dan berbagai bidang pengabdian.

Melalui momentum HUT ke-49 dan Munas IWSS ke-9 ini, perempuan Sulawesi Selatan diharapkan semakin memperkuat kapasitas, solidaritas, kemandirian, dan kontribusinya bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (Fah)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *