Polisi Pengayom Masyarakat, Sahabat Pesantren, Penjaga Harmoni Bangsa

WARTAPOLRI.COM, JAKARTA -Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Dugaan ini perlu disikapi secara hati-hati dan diuji berdasarkan bukti, bukan semata-mata asumsi atau spekulasi politik. Senin (02/11/26).

Sebagian pihak mungkin melihat kemungkinan adanya kekuatan lama yang merasa terganggu oleh agenda pembenahan dan pemberantasan praktik-praktik yang merugikan institusi.

“Jika memang ada pihak yang sengaja memanfaatkan atau merekayasa situasi untuk melemahkan kepemimpinan Kapolri, “hal itu tentu merupakan persoalan serius yang harus diusut,”ungkap Muhlis Patanah.

Skenario semacam itu, apabila terbukti, dapat menjadi cara untuk merusak legitimasi kepemimpinan dengan membenturkan institusi kepolisian dan basis masyarakat Islam.

Insiden yang melibatkan pesantren berpotensi memicu kemarahan PBNU, MUI, para ulama, dan umat Islam secara luas.

“Katanya menghormati ulama, tetapi anak buahnya menodongkan senjata kepada santriwati,”ungkapnya.

Namun, “dugaan adanya skenario pembusukan tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan kemungkinan kesalahan aparat,”tambahnya.

Dua hal harus dipisahkan secara jernih: tanggung jawab atas tindakan di lapangan dan kemungkinan adanya pihak yang memanfaatkan peristiwa tersebut untuk kepentingan tertentu.

Kapolri harus memastikan bahwa setiap tindakan aparat berada dalam kendali hukum dan etika kepolisian.

Pada saat yang sama, institusi juga perlu membuka ruang pemeriksaan yang independen agar kebenaran tidak dikalahkan oleh kepentingan siapa pun.

Justru dengan bersikap terbuka, tegas, dan adil, kepolisian dapat menjaga kehormatan institusi sekaligus membuktikan bahwa pembenahan yang dilakukan bukan sekadar slogan. (Fah)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *